• Wisata Jawa Bali

Wisata Yogyakarta, Keraton Yogyakarta

KERATON YOGYAKARTA

Pada tanggal 13 Februari 1755 M, Keraton Mataram dipecah menjadi dua yaitu : Kasunanan Surakarta di bagian Timur dan Kasultanan Yogyakarta di bagian barat. Pemecahan  Mataram  ini diprakarsai oleh pemerintah Hindia Belanda dengan Perjanjian yang  dinamakan Perjanjian Giyanti , diadakan di sebuah pesanggrahan bernama Giyanti di kaki gunung Lawu di timur Surakarta.

Perjanjian Giyanti sebagai momentum dimulainya campur tangan kolonialisme  Belanda pada kerajaan kerajaan di Jawa.

 

Pembagian Mataram bagian barat diberikan kepada Pangeran Mangkubumi yang nantinya dilantik sebagai Sri Sultan Hamengkubuwono I.

KERATON YOGYAKARTA

Untuk memulai pemerintahannya, Sri Sultan HB I membangun Keraton di sebuah wilayah yang disebut dengan Alas Bering yang subur yang diapit dua sungai besar yaitu Code dan Winongo yang mengalir dari Utara ke Selatan.

 

Pembangunan dimulai  pada tahun 1755.

Pada tanggal 7 Oktober 1756 Sri Sultan Hamengku Buwono I mulai menempati istananya yang diberi nama NGAYOGYAKARTA.

Pada tahun tahun berikutnya pembangunan keraton masih tetap dilakukan. Seperti pada tahun 1785-1787 dibangun benteng besar yang mengitari keraton.

Luas  keraton Yogyakarta adalah sekitar 14.000 meter persegi.

 

TATA RUANG BANGUNAN KERATON YOGYAKARTA

Keraton Yogyakarta adalah kawasan cagar budaya yang terdiri beberapa bangunan, yang masing masing mempunyai nama dan fungsi kegunaannya.

Tata ruang keraton mempunyai filosofi Jawa yang dalam maknanya.

Denah Keraton sebagai berikut :

 

 

Arsitek Bangunan keraton Yogyakarta adalah Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pendiri sekaligus raja pertama Yogyakarta yang bertahta pada tahun 1755 – 1795.

 

Bagian utama keraton adalah Gapura Gladag di Utara sampai Plengkung Nirbaya di selatan.

Sedangkan urutan bangunan keseluruhan terdiri dari :

Gapura Gladag – Pangurakan

Komplek Alun alun Utara dan Masjid Gede

Komplek Pagelaran

Komplek Siti Hinggil Ler

Komplek Sri Manganti

Komplek Kedhaton

Komplek Kamagangan

Komplek Kamandungan Kidul

Komplek Siti Hinggil Kidul

Alun alun kidul

Plengkung Nirbaya

 

Bangunan bangunan ini didominasi dengan arsitektur Jawa. Dengan joglo yang terbuka yang disebut Bangsal maupun bangunan yang berdinding tembok yang disebut Gedhong . Meski arsitek Jawa sangat kental namun  ada juga beberapa sentuhan asing seperti China , Eropa dan Portugis di beberapa bagian.

 

Bangunan bangunan tersebut berkembang dan mengalami penyempurnaan di era Sultan Sultan berikutnya.

 

Saat ini Sultan yang bertahta di Keraton Yogyakarta adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X  yang bertahta pada tahun 1983

Sampai sekarang Keraton Yogyakarta tetap menjadi daya tarik tersendiri untuk berwisata budaya dan sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun asing.

Sejahtera Tour menyediakan paket wisata ke Yogyakarta dandan Keraton sebagai salah satu yang akan kita kunjungi. Untuk memperkaya wawasan budaya Jawa.

 

Salam pariwisata.

 

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.